Wednesday, September 27, 2017

Atlet Manahan Sekaligus Atlet SKO Solo raih Pemain Terbaik di Kejuaraan Internasional Taekwondo Bandung

Thika Rachmania, pemain terbaik putri Kejuaraan Bandung
Taekwondo Solo meraih juara III dalam Kejuaraan Bandung Taekwondo International Invitation 2017 yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu-Minggu (23-24/9) dengan memborong enam medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Salah satu atlet Manahan sekaligus Atlet SKO Solo, Thika Rachmania menjadi pemain terbaik putri di kejuaraan tersebut. Adapun peralihan medali disumbangkan oleh :

Medali emas:
1. Calista Angdipa Sinatra (kategori Super Cadet A Under 23kg PI)
2. Rafael Angdipa Sinatra (kategori Super Cadet B Under 32kg PA)
3. Thika Rachmania (kategori Super Cadet C Under 37kg PI)
4. Rizky Ramadhani (kategori Super Cadet C Over 45kg PA)
5. Pradinda Puspa Rinjani (kategori Cadet Under 41kg PI)
6. Iga Gitanasti Maylissa (kategori Cadet Under 37kg PI)

Perak:
1. Carlos Josa Moreno (kategori Super Cadet B Under 26kg PA)
2. Laurensius Mahendra Wisnu (kategori Super Cadet B Under 34kg PA)
3. Aditya Darmawan (kategori Super Cadet C Under 31kg PA)

Perunggu
1. Laurencia Destawinda (kategori Cadet Under 33kg PI)
2. Amay Lia Rosa (kategori Junior Under 44kg PI)
3. Tabitha Firyal Zulfani (kategori Junior Under 46kg PI)
4. Denta Bayu Saputra (kategori Cadet Under 45kg PA)



Dalam ajang ini, juara I diraih oleh SKO Ragunan, dan disusul juara II yang diraih oleh Taekwondo Cibinong.


Kejuaraan kali ini sempat diwarnai kekacauan dengan jadwal pertandingan yang kacau. Namun hal ini tidak menjadi kendala berarti bagi Tim Taekwondo Solo untuk menampilkan kemampuan terbaik hingga menjadi juara III dalam kejuaraan ini.

Taekwondoin Manahan dan SKO Solo yang tergabung dalam Tim Taekwondo Solo dalam Kejuaraan Bandung Taekwondo Internasional Invitation 2017

Tuesday, May 23, 2017

150an Taekwondoin Manahan ikuti Gasuku UKT Periode I 2017

Sebanyak kurang lebih 150 Taekwondoin Manahan yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Sabuk Periode I 2017 mengikuti Gasuku (Pengambilan Sabuk) di kompleks Stadion Manahan, Minggu, 21 Mei 2017.

Acara ini dimulai pukul 15.30 WIB bertempat di Dojang Koguryo Manahan, Kompleks Stadion Manahan Blok B8. Pada gasuku kali ini, Taekwondoin Manahan diajak jalan-jalan berkeliling kompleks Stadion Manahan bersama dengan para Sabum yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama di depan Plaza Manahan. Pada acara foto bersama ini, Taekwondoin Manahan diajak untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai salah satu cara menumbuhkan jiwa nasionalime pada Taekwondoin Manahan.

Selain melakukan jalan kaki mengelilingi kompleks Stadion Manahan, pada acara gasuku ini juga diadakan lomba selfie dengan hadiah kaos dari EMA. Total ada 9 pemenang yang mendapatkan kaos dari EMA, mulai dari selfie terbaik kategori anak-anak, selfie terbaik kategori dewasa, dan peserta ujian terfavorit. Foto-foto selfie Taekwondoin Manahan dapat di lihat di instagram @koguryomanahantaekwondo dan @educate.martialats 

Berikut  adalah beberapa gambar yang diabadikan oleh sabum-sabum Manahan ketika pelaksanaan gasuku kemarin :






















Dan berikut video ketika Taekwondoin Manahan menyanyikan lagu Indonesia Raya :





Thursday, April 13, 2017

Taekwondoin Koguryo Manahan akan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Taekwondo di Kazakhtan

Muhammad Hafizh Faturrozhy, atlet asal dojang Koguryo Manahan Solo ini akan mewakili Indonesia bersama 11 Atlet terbaik lainnya dalam kejuaraan Taekwondo Kazakhtan Open yang akan digelar pada 18 - 22 April 2017. 

Hafiz akan mewakili Indonesia pada nomer Poomsae Junior di ajang ini. Sebelumnya pada tahun lalu, Hafiz mendapatkan juara II dalam ajang PON Jabar tahun lalu. Setelah mendapatkan panggilan pelatihan pelatnas, kini Hafiz dapat mengikuti event lebih tinggi dari sebelumnya.

Mari kita doakan agar Hafiz dapat memberikan hasil terbaik dan dapat mengibarkan bendera Merah Putih di Kazakhtan besok. 

Semoga Hafiz dapat menjadikan contoh bagi adik-adik tingkatnya di Koguryo Manahan agar lebih semangat berlatih demi bisa mengharumkan nama bangsa kelak. Cayoo!!!

Thursday, September 29, 2016

Berjaya di PON, Berprestasi di Malaysia Open

Alhamdulillah. Kata tersebut mewakili rasa syukur kami sebagai tim pelatih Koguryo Manahan atas prestasi terbaru yang ditorehkan atlet-atlet Manahan pada bulan September ini. Berlaga di ajang PON, 3 atlet Koguryo Manahan yang mewakili tim Jawa Tengah berhasil mendulang 2 perak dan 1 perunggu. Sementara diajang Malaysia Open, salah satu atlet Koguryo Manahan, Ardan Muhammad Firdaus yang kini menjalani pusat pelatihan di Ragunan meraih 2 perak di kelas Poomsae.

Pada ajang PON ini, Koguryo Manahan tak hanya mengirimkan atletnya saja untuk mewakili Jawa Tengah. 2 pelatih dari Koguryo Manahan juga ditunjuk untuk menahkodai tim Jawa  Tengah untuk berlaga di PON XIX Jabar kali ini. Mereka adalah Sabeum Hakiman sebagai pelatih utama poomsae Jawa Tengah dan Sabeum Hari Supriyanto sebagai pelatih utama kyurigi Jawa Tengah. Kebahagiaan semakin bertambah tatkala kedua pelatih ini berhasil menjadikan Jawa Tengah menduduki runner up dalam ajang ini dibawah tuan rumah Jawa Barat.

2 perak disumbangkan oleh M. Hafizh yang berlaga di kelas poomsae beregu putra, dan Vony Dian P. di kelas U-67 Kg kyurigi putri. Sedangkan 1 perunggu disumbangkan oleh Ade Kumara Sandi di kelas U-87 Kg kyurigi Putra. Pada pertandingan yang dihelat di Gymnasium UPI Bandung, M. Hafizh kalah selisih poin dengan atlet tuan rumah Jawa Barat yang diperkuat salah satu andalan Indonesia, Maulana Haidir. Sedangkan Vony Dian P. juga kurang beruntung karena di partai final kalah dengan atlet tuan rumah Agnesia Permata. Atlet-atlet tuan rumah memang sangat mendominasi di ajang ini dengan meraih 12 medali emas.

Sementara itu, 1 perunggu disumbangkan oleh Ade Kumara Sandi yang kalah dari atlet pelatnas dan turun mewakili provinsi Sumatra Utara, Basuki di partai semifinal. Dari ketiga atlet ini semuanya telah mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Sempat melakukan TC di Korea Selatan pada bulan Juni-Juli lalu dan berlatih giat hingga 4x sehari membuat teknik dan fisik mereka berkembang pesat. Hasil ini memang agak melenceng dari target yang diharapkan. Namun apapun itu, kita tentu wajib bersyukur atas prestasi yang ditorehkan. Apalagi M. Hafiz dan Ade Kumara Sandi masih duduk di bangku SMA, sehingga kita berharap kedepan atlet-atlet muda ini bisa lebih berprestasi diajang yang lebih tinggi dan dapat mewakili Indonesia diajang internasional.

Tim pelatih berharap, 4 tahun lagi ketika penyelenggaraan PON di Papua akan ada atlet-atlet Koguryo Manahan yang ikut dan berprestasi didalamnya. Tetap semangat, dan terus berlatih dengan giat anak-anak !!!
Ade Kumara Sandi didampingi Sabeum Heri saat berlaga di PON


Sabeum Hakiman bersama Hafiz saat setelah pengalungan medali

Vony Dian P saat pengalungan medali perak

Ade Kumara saat pengalungan medali perunggu

Ardan Firdaus saat berfoto bersama tim di Malaysia Open



Video Pertandingan Ade Kumara di PON XIX :


Video Pertandingan Vonny Dian P di PON XIX :


Friday, August 12, 2016

Membuka Memori Lama : Kenangan Indah Masa Kecil Pelatih Muda Manahan

Hallo para pengunjung blogger Koguryo Manahan, gimana kabar kalian ? Admin harap kita  semua selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. Ada yang istimewa pada postingan kali ini, jika pada biasa nya admin mengupload berita mengenai kegiatan dan prestasi dari Taekwondoin Koguryo, kali ini admin akan bercerita mengenai masa muda admin dan para Pelatih Muda lainnya. Coba liat foto disamping, admin itu orang ketiga dari kanan. Masih kecil kan ?? Namun kini sudah bertransformasi menjadi Pelatih Muda Manahan. Wkwkwkwk, lama juga ya admin menggeluti olahraga ini.

Foto itu diambil satu dekade yang lalu, tepatnya bulan Desember 2006. Admin inget foto itu diambil setelah kami mengikuti kejuaraan Nagapakca Cup di Gor Samapta Magelang. Itu adalah kejuaraan kedua dari admin dan Alhamdulillah medali pertama bagi admin. Ya, walau hanya medali perak, namun perjuangannya tidak main-main. Apalagi dulu kelas Poomsae masih belum dipisah-pisahkan umurnya, jadi pernah lawan grup TNI juga. Keren kan?? Tapi itu bukan tarung lho ya, cuma memeragakan jurus (Poomsae).

Wah, postingan ini serasa milik admin aja. Soalnya udah 10 tahun yang lalu, jadi admin ceritakan pengalaman admin aja. Coba sambil admin ingat-ingat nama teman-teman admin dari foto diatas. Dari kiri ke kanan : Senior Gufron, Senior Brian (kini sudah jadi Sabum dan kerja di Kalimantan), Senior Elsan (kini jadi Sabum dan termasuk tim Pelatih Muda Manahan), Sabum Ali Sholikhin (Ganteng kan ya?? wkwkwk), Senior Farel, admin (juga sudah jadi Sabum dan jadi tim Pelatih Muda Manahan), Senior Dodi, Senior Devi (Sabum sekaligus tim Pelatih Muda Manahan).

Foto diatas diambil di Dojang kebanggan kami, Dojang Manahan yang dulu bertempat di Gedung Kelurahan Manahan. Namun kini Gedung Kelurahan Manahan baru proses renovasi lebih dari 1 tahun yang lalu, jadi latihan kita pindah ke Stadion Manahan. Gedung yang penuh memori dan telah menghasilkan banyak atlet handal bagi kota Solo maupun bagi Indonesia. Sekarang kita liat galeri foto-foto lawas bukti perjalanan Koguryo Manahan dalam mencetak atlet handal.

Foto anggota Taekwondoin Manahan di tahun 2006

Tim Taekwondoin Manahan yang mengikuti Kejuaraan Nagapakca Cup

Anggota Koguryo Mananahan sabuk putih - hijau (Sabum Bangun dulu masih sabuk hijau - 2 dari kanan)

Senior yang mengikuti Kejuaran Nagapakca Cup (Ada Sabum Franda - Pelatih Muda Manahan - paling kiri)

Srikandi Manahan, Sabum Devi dulu waktu pengalungan medali emas di Kejuaraan Nagapakca Cup. (Cantik ya???)

Senior Koguryo Manahan tahun 2006

Foto atlet-atlet kyurigi handal binaan Koguryo Manahan

Wah ini, foto admin. Medali poomsae pertama dalam sejarah Koguryo Manahan wkwkwk



Friday, August 5, 2016

Rajai Kelas Poomsae, Tim POPDA Kota Solo Raih Juara Umum 2 pada POPDA SMA Se-Jateng

Taekwondoin Kota Solo kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang POPDA SMA Tingkat Jawa Tengah yang dihelat pada hari Selasa-Rabu, 2-3 Agustus 2016 di SMAN 2 Semarang. Datang dengan 13 Taekwondoin yang telah lolos seleksi di tingkat Karsidenan, tim Kota Solo berhasil membawa pulang 6 emas, 3 perak, dan 2 perunggu ke Kota Bengawan.

Dengan hasil ini, tim POPDA Kota berhak menempati Juara Umum 2 dibawah Kota Semarang. Adapun distirbusi medali tim Kota Solo disumbangkan oleh :
Kelas Kyurigi :
  • Medali Emas :
  1. FADILAH AYU
  2. HERENDRA RANGGA
  3. OSANANDO NAUFAL
  • Medali Perak :
  1. HERENDRA CAKRA
  2. IRVAN JULIAN
  •  PERUNGGU:
  1. RIANA AMELIA
  2. ANALICIA BELLA

Kelas Poomsae :
  • Medali Emas :
  1. Ardan Firdaus (Perorangan Putra)
  2. Ardan Fidaus - Nadda Zabrina (Pasangan)
  3. Annisa Aulia - Nadia Herna R - Nadda Zabrina (Beregu Putri)
  •  Medali Perak
  1. Ardan Firdaus - Lutfhi - Reza R (Beregu Putra)
Hasil ini sebenarnya tidak sesuai dengan yang ditargetkan, dimana tim Pelatih menargetkan juara umum untuk ajang ini. Ada beberapa atlet di kelas kyurigi yang sebelumnya diproyeksikan untuk mendulang emas namun kalah dari lawan-lawannya. Sementara itu, di kelas Poomsae tim Kota Solo memberikan kejutan. Turun di 4 kelas dari 5 kelas yang dipertandingkan, tim ini berhasil mendulang 3 emas dan 1 perak. Hasil yang belum pernah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

Apapun hasil dari tim ini, kita selayaknya bangga kepada Taekwondoin-Taekwondoin Kota Solo yang senantiasa berprestasi pada ajang-ajang Kejuaraan di Tingkat Provinsi, Nasional, maupun Mancanegara. Terlebih lagi dari penyumbang medali diatas, semua atlet poomsae dan 2 atlet kyurigi (Osanando & Riana Amelia) berasal dari dojang Manahan. Hal ini membuktikan bahwa Dojang Manahan adalah dojang penghasil para juara... Semangat anak-anak... Cayooo!!!! 

Harendra Rangga saat pengalungan medali emas

Salah satu atlet manahan, Osanando saat pengalungan medali emas

Analicia Bella menerima medali perunggu

Irvan Julian menerima medali perak

Salah satu atlet manahan, Riana Amelia saat pengalungan medali perunggu

Atlet poomsae Manahan berfoto bersama tim pelatih setelah pengalungan medali